<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Al Uswah Surabaya</title>
	<atom:link href="http://aluswahsurabaya.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aluswahsurabaya.com</link>
	<description>Yayasan Al Uswah Surabaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Dec 2009 15:47:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/12/hello-world/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/12/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 15:47:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=1</guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/12/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Serangan Fajar SDIT Al Uswah; Saat Para Siswa Membersihkan Rumah Warga</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/serangan-fajar-sdit-al-uswah-saat-para-siswa-membersihkan-rumah-warga/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/serangan-fajar-sdit-al-uswah-saat-para-siswa-membersihkan-rumah-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:59:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uswahsby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Media]]></category>
		<category><![CDATA[bersih-bersih]]></category>
		<category><![CDATA[Fajar]]></category>
		<category><![CDATA[liputan]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Laskar Menyerang Bersenjata Sapu, Cikrak, dan Sulak
Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah menyelenggarakan &#8221;pondok Ramadan&#8221; dengan aroma berbeda. Mereka meracik pendidikan religius dengan semangat sosial. Salah satunya lewat serangan fajar.
ASTANTO AL BUDIMAN
MATAHARI belum muncul penuh. Udara Surabaya masih terasa segar. Meski jam masih menunjuk pukul 05.00, sebanyak 60 siswa SDIT Al Uswah tak mau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Laskar Menyerang Bersenjata Sapu, Cikrak, dan Sulak</strong></p>
<p>Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah menyelenggarakan &#8221;pondok Ramadan&#8221; dengan aroma berbeda. Mereka meracik pendidikan religius dengan semangat sosial. Salah satunya lewat serangan fajar.</p>
<p><strong>ASTANTO AL BUDIMAN</strong></p>
<p><strong>MATAHARI</strong> belum muncul penuh. Udara Surabaya masih terasa segar. Meski jam masih menunjuk pukul 05.00, sebanyak 60 siswa SDIT Al Uswah tak mau meringkuk di balik selimut. Kemarin pagi (19/9), mereka sudah bersiap-siap melakukan serangan fajar.</p>
<p>Jangan salah, aksi heroik itu tak diwarnai saling serang, apalagi pertumpahan darah. Serangan fajar ala SDIT Al Uswah justru terkesan santun dan bermisi sosial.</p>
<p>Senjata para laskar yang dikelompokkan dalam 12 batalyon pun khas. Di antaranya, sapu lidi, ember, sapu ijuk,<em> cikrak</em>, <em>sulak</em>, kain pel, hingga aneka kain pembersih.</p>
<p>&#8221;Senjata&#8221; itu pun tak dibawa begitu saja. Beberapa peralatan diikat menjadi satu, lalu talinya dibentuk sedemikian rupa, sehingga bisa dibawa di punggung seperti tas ransel. Sebagian siswa juga menali sapu, sehingga mirip senapan laras panjang.</p>
<p>Sebelum menyerang, para laskar tersebut berbaris mendengarkan pengarahan. &#8221;Panglima&#8221; serangan yang memberikan pengarahan pagi itu adalah Ketua Panitia Serangan Fajar Ramadan SDIT Al Uswah Bagus Subuh Hadi.</p>
<p>Materi pengarahan pun khas untuk serangan fajar tersebut. Para laskar diberi arahan dan nasihat tentang adab atau tata cara bertamu yang baik dan sopan. Siswa diminta mengetuk pintu, memberi salam, memperkenalkan diri, dan menanyakan kepada pemilik rumah apa yang bisa dibantu oleh mereka.</p>
<p>Setelah pengarahan, serangan fajar SDIT Al Uswah dimulai pukul 05.30. Masing-masing batalyon tersebut berbondong-bondong dan berlari menuju rumah penduduk sekitar sekolah. &#8221;Untuk rumahnya, kami acak. Sedangkan pemilik rumah, kami beri tahu sehari sebelumnya,&#8221; kata Bagus.</p>
<p>Satu batalyon didampingi satu pengawas. Selain mengawasi, pengawas melihat tata cara bertamu masing-masing batalyon. Mereka juga menilai para prajurit dalam membersihkan rumah tersebut. Karena itu, pengawas membawa formulir penilaian.</p>
<p>Salah satu batalyon bernama Hafshoh. Anggotanya adalah Shobrina, Mufidah B.E., Sarah Qonita, dan Septi. Mereka bertugas &#8221;menyerang&#8221; rumah Ny Widuri. Mereka hanya diberi alamat dan nama pemilik rumah. &#8221;Untuk lokasi rumah, prajurit dapat bertanya kepada penduduk sekitar,&#8221; ujar Bagus.</p>
<p>Setelah bertanya kepada salah seorang penduduk, batalyon itu sampai di rumah sasaran di Jalan Kejawan Gebang Gang III. &#8221;<em>Assalamu &#8216;alaikum</em>&#8230; Kami berlima dari SDIT Al Uswah ingin membantu Bapak dan Ibu membersihkan rumah. Apa yang bisa saya bantu, Bapak-Ibu?&#8221; ucap Shobrina dan teman-teman prajuritnya.</p>
<p>Setelah itu, lima prajurit tersebut melancarkan serangan. Sebelum membersihkan rumah, Shobrina memberikan sebuah amplop berisi formulir penilaian kepada Ny Widuri. Sebab, pemilik rumah juga harus menilai.</p>
<p>Masing-masing prajurit lantas mengambil peran. Shobrina mengambil sapu lantai, Mufidah <em>sulak</em>, Sarah sapu lidi, Septi mengambil lap kain, dan Qonita mengambil ember air.</p>
<p>Laskar cilik tersebut lalu membersihkan lantai rumah, halaman rumah, jendela, kaca rumah, dan kursi serta meja di ruang tamu. Ny Widuri pun tersenyum melihat aktivitas para prajurit tersebut.</p>
<p>Memang, terlihat beda antara siswa-siswa yang sering atau bisa membersihkan rumah dengan yang tidak pernah membersihkan rumah. Dalam menyapu saja, siswa-siswa tersebut terlihat masih kaku dan belum terlatih dalam mengarahkan atau mengumpulkan sampah yang kemudian diarahkan ke <em>cikrak</em>.</p>
<p>Saat bersih-bersih itu berlangsung, pengawas tidak boleh membantu tugas-tugas prajurit. Prajurit dituntut berani dan melakukan tugasnya dengan baik. &#8221;Adab bertamu seperti bersalam, meminta izin, dan membersihkan rumah, semua dilakukan prajurit itu,&#8221; tegas Bagus.</p>
<p>Hanya, bila prajurit melakukan kesalahan, pengawas bisa segera mengarahkan prajurit itu. Termasuk, memberi peringatan hati-hati bila prajurit mendekati benda-benda pemilik rumah yang mudah pecah.</p>
<p>Menurut Bagus, penilaian serangan fajar yang utama adalah siswa harus membersihkan bagian rumah seperti menyapu lantai, menyapu halaman, membersihkan pintu dan jendela, membuang sampah, serta menyiram tanaman.</p>
<p>Untuk nilai tambahannya, siswa-siswa bisa membersihkan ruangan lainnya. Terdapat satu kelompok yang merapikan tempat tidur warga. Tentu, prajurit-prajurit itu harus meminta izin lebih dulu kepada pemilik rumah. &#8221;Semua sudah kami beri pengarahan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Serangan fajar Ramadan tersebut merupakan rangkaian dari Ramadan Camp Al Uswah yang diadakan pada 18-19 September kemarin. Pesertanya 108 orang. Sebanyak 60 orang di antaranya (kelas 4-6) ikut serangan fajar. Selain serangan fajar, terdapat kegiatan, antara lain, pemilihan dai cilik (pildacil), berbagi rezeki dengan yang membutuhkan, dan jerit malam.</p>
<p>Pada malam sebelumnya, panitia juga membuat acara menarik. Yaitu, acara jerit malam. Dalam acara yang diadakan pukul 01.30 tersebut, siswa-siswa diajak berjalan dengan mata ditutup ke kuburan di belakang sekolah.</p>
<p>Di samping-samping kuburan itu, anak-anak diberi materi tentang siksa kubur. Misalnya, bagaimana ketika berada di kubur atau ketika bertemu malaikat. Selain itu, siswa-siswa diberi nasihat tentang pentingnya berbuat baik dan berbakti kepada orang tua. <strong>(*/dos)</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/serangan-fajar-sdit-al-uswah-saat-para-siswa-membersihkan-rumah-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SDIT Al Uswah Menerobos SBI SMPN</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/sdit-al-uswah-menerobos-sbi-smpn/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/sdit-al-uswah-menerobos-sbi-smpn/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:54:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uswahsby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[SBI]]></category>
		<category><![CDATA[SPMN]]></category>
		<category><![CDATA[UASBN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Harapan orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya di SDIT Al Uswah Surabaya terkabul sudah. Di awal kesertaannya mengikuti UASBN tahun ajaran 2007/2008 ini, SDIT Al Uswah berhasil menunjukkan kelasnya sebagai sekolah teladan yang patut ditiru dalam prestasinya. Tahun ini adalah tahun pertama kelas VI mengikuti Ujian akhir sekolah. Dan Alhamdulillah di awal kesertaannya ini SDIT berhasil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Harapan orang tua yang menyekolahkan putra-putrinya di SDIT Al Uswah Surabaya terkabul sudah. Di awal kesertaannya mengikuti UASBN tahun ajaran 2007/2008 ini, SDIT Al Uswah berhasil menunjukkan kelasnya sebagai sekolah teladan yang patut ditiru dalam prestasinya. </span><span lang="FI">Tahun ini adalah tahun pertama kelas VI mengikuti Ujian akhir sekolah. Dan Alhamdulillah di awal kesertaannya ini SDIT berhasil meraih prestasi sebagai sekolah yang menempati rangking pertama rata-rata kelas di kecamatan Sukolilo Surabaya dengan nilai 27,11. Sedangkan salah satu siswanya yang bernama Askar Ismath berhasil memperoleh rangking kedua siswa terbaik se kecamatan Sukolilo Surabaya dengan nilai diperolehnya 28,65.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Kegembiraan orang tuapun semakin bertambah dengan diterimanya beberapa siswa di Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) SMPN 1 Surabaya dan SMPN 6 Surabaya. Setelah melalui ujian yang sangat ketat, akhirnya 4 siswa alumni SDIT Al Uswah berhasil mendapatkan tiket untuk memasuki SBI SMPN. Keempat siswa tersebut adalah Askar Ismath diterima di SBI SMPN 1 Surabaya. Kemudian yang diterima di SBI SMPN 6 Surabaya adalah Inayah, Itqon dan Hawari. Sebuah prestasi yang membanggakan. Semoga di tahun-tahun mendatang prestasi demi prestasi berhasil didapatkan. Maju terus membangun keteladanan untuk melahirkan generasi idaman.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/sdit-al-uswah-menerobos-sbi-smpn/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Siswa SDIT Al Uswah Unjung-unjung Ke Rumah Warga</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/siswa-sdit-al-uswah-unjung-unjung-ke-rumah-warga/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/siswa-sdit-al-uswah-unjung-unjung-ke-rumah-warga/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:50:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uswahsby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan Siswa]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahim]]></category>
		<category><![CDATA[unjung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[suarasurabaya.net&#124; Selain melaksanakan kewajiban sebagai yang lebih muda untuk meminta maaf dan berhalalbihalal kepada orang yang lebih tua, Jumat (10/10) puluhan siswa SDIT Al Uswah unjung-ujung kerumah warga disekitar sekolah.
“Pada kesempatan itu, anak-anak juga kita berikan pemahaman dan pengertian tentang adab bertamu dirumah orang lain. Karena nantinya, saat mereka dewasa, mereka akan bersosialisasi dengan lingkungan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span class="isi1"><span style="color: #001f73;"><strong>suarasurabaya.net</strong></span>| Selain melaksanakan kewajiban sebagai yang lebih muda untuk meminta maaf dan berhalalbihalal kepada orang yang lebih tua, Jumat (10/10) puluhan siswa SDIT Al Uswah <em>unjung-ujung</em> kerumah warga disekitar sekolah.</p>
<p>“Pada kesempatan itu, anak-anak juga kita berikan pemahaman dan pengertian tentang adab bertamu dirumah orang lain. Karena nantinya, saat mereka dewasa, mereka akan bersosialisasi dengan lingkungan disekitarnya.Tentunya adab bertamu penting dimengerti,” terang MUHAMMAD IDRIS EFFENDI Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SDIT Al Uswah, Surabaya.</p>
<p>Sekitar 120 siswa terdiri dari kelas 4, 5 dan 6, dengan mengenakan seragam sekolah atau baju ‘koko’, terbagi dalam sekitar 12 kelompok, masing-masing diberikan arahan untuk <em>unjung-unjung</em> kerumah warga masyarakat disekitar sekolah.</p>
<p>“Kami juga berharap, para siswa memahami bahwa mereka tidak hidup sendirian, tetapi ada orang lain disekitarnya. Sehingga, mereka punya kewajiban untuk bisa hidup damai bertetangga. Ini yang kita coba ajarkan,” sambung MUHAMMAD IDRIS EFFENDI saat ditemui <strong>suarasurabaya.net</strong>, dikantornya.</p>
<p>Sementara itu, para siswa yang terlibat dalam kegiatan latihan adab bertamu dan <em>unjung-unjung</em> masih dalam rangkaian Lebaran 1429 H ini, Kamis (10/10) mengaku senang dan bergembira bisa bertemu dengan para tetangga sekitar sekolah.</p>
<p>“Kita juga minta maaf kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang tinggal disekitar sekolah, sekaligus juga berkenalan,” kata MUHAMAD NADIF FIRDAUS siswa kelas 6 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah, pada <strong>suarasurabaya.net</strong>, Jumat (10/10).(tok) </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/siswa-sdit-al-uswah-unjung-unjung-ke-rumah-warga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visi dan Misi</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/visi-dan-misi/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/visi-dan-misi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:40:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uswahsby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Visi dan Misi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[VISI
Membentuk generasi robbani yang intelek dan kreatif.

MISI
 Menjadi lembaga dakwah berbasis pemdidikan
 Menjadi sekolah Islam yang berwawasan global
 Membimbing siswa berakhlaq Islami
 Membimbing siswa berprestasi akademis tinggi
 Membimbing siswa untuk siap mengikuti jenjang pendidikan berikutnya
 Membimbing siswa untuk memiliki keterampilan hidup (life skill)
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">VISI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Membentuk generasi robbani yang intelek dan kreatif.</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">MISI</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span> </span></span></span><span>Menjadi lembaga dakwah berbasis pemdidikan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span><span> </span></span></span><span lang="SV">Menjadi sekolah Islam yang berwawasan global</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span><span> </span></span></span><span lang="SV">Membimbing siswa berakhlaq Islami</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span><span> </span></span></span><span lang="SV">Membimbing siswa berprestasi akademis tinggi</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span><span> </span></span></span><span lang="SV">Membimbing siswa untuk siap mengikuti jenjang pendidikan berikutnya</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span> </span></span></span><span>Membimbing siswa untuk memiliki keterampilan hidup (<em>life skill</em>)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/visi-dan-misi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Metode Belajar</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/metode-belajar/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/metode-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:22:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uswahsby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Metode Belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[MASTERY LEARNING ( Belajar tuntas )
Model belajar tuntas ini diharapkan bahwa proses belajar siswa tuntas di sekolah. Guru tidak akan membiarkan anak tidak pulang dengan ketidak pahaman. Dengan metode ini siswa tidak akan mendapat banyak PR yang memusingkan. Tugas-tugas kokurikuler hanya diberikan sekedarnya untuk mengulang pemahaman anak. PR diberikan 
JOYFULL LEARNING
Belajar dengan gembira, senang, sehingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MASTERY LEARNING ( Belajar tuntas )</strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Model belajar tuntas ini diharapkan bahwa proses belajar siswa tuntas di sekolah.<span> </span>Guru tidak akan membiarkan anak tidak pulang dengan ketidak pahaman. Dengan metode ini siswa tidak akan mendapat banyak PR yang memusingkan. Tugas-tugas kokurikuler hanya diberikan sekedarnya untuk mengulang pemahaman anak.<span> </span>PR diberikan </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>JOYFULL LEARNING</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Belajar dengan gembira, senang, sehingga meski harus beraktifitas seharian / full day, anak-anak tetap merasakan kebahagiaan dunia bermainnya. Proses pembelajran dikonsep untuk dapat tampil menarik bagi siswa, sehingga meski siang hari harus belajar matematika.. anak tidak merasa kesulitan<span> </span>tetap merasa gembira. Model belajar inilah yang mejadikan anak-anak kita tidak merasakan sulitnya belajar, sebab yang terasa bermain-main tapi tahu-tahu sudah pintar.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span>LEARNING BY DOING</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span>Metode ini untuk membawa anak pada konteks yang sebenarnya sehingga anak belajar lebih pada pengalaman, yang hal ini akan memberikan kesan yang lebih mendalam yang tertanam di otaknya dnegan baik. Belajar adab bertamu tidak Cuma dituliskan di papan dan dihafal, tetapi anak langsung diterjunkan di rumah-rumah pendudukan dan diminta bertamu dengan baik sesuat petunjuk dari guru. </span><span lang="SV">Sungguh sebuah pengalaman yang luar biasa bagi anak-anak kita.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span><span><span><br />
</span></span></span><strong><span>CREATIVE LEARNING</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Model belajar ini tidak membatasi daya bayang dan pola pikir siswa, tapi bukan berarati tidak mengarahkan. Tidak ada karya yang salah, atau jelek. Bagaimanapun karya siswa akan mendapat penghargaan yang tinggi. Dari sini siswa tidak akan takut untuk menghasilkan karya. Dengan banyak berlatih, siswa akan banyak belajar, dan disanalah proses perbaikan menuju karya yang berkualitas akan berjalan sehingga siswa akan mampu mencapai keberhasilan yang dia inginkan. Tiap anak memiliki kompetensi sendiri-sendiri, dan ini harus mendapat pengakuan dari guru mereka.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/metode-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kurikulum</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/kurikulum/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/kurikulum/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:17:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uswahsby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kurikulum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Kurikulum Terpadu SDIT Al Uswah dikemas demikian cermat, dengan harapan siswa-siswa kita dapat menikmati proses belajar ini. Kami ingin para siswa belajar dengan kebahagiaan, sehingga tanpa terasa mereka telah tampil menjadi anak yang luar biasa. 
Keterpaduan bukan sekedar menambahkan, tapi disini kami menyiapkan formula spesial agar siswa pandai dengan sendirinya. Ketika anak belajar matematika, tanpa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Kurikulum Terpadu</span></strong><span lang="SV"> SDIT Al Uswah dikemas demikian cermat, dengan harapan siswa-siswa kita dapat <em>menikmati proses belajar</em> ini. Kami ingin para siswa belajar dengan <strong>kebahagiaan</strong>, sehingga tanpa terasa mereka telah tampil menjadi anak yang luar biasa<em>. </em></span></p>
<p class="MsoNormal"><em><span lang="SV">Keterpaduan bukan sekedar menambahkan</span></em><span lang="SV">, tapi disini kami menyiapkan<span> </span>formula spesial agar siswa pandai dengan sendirinya. Ketika anak belajar matematika, tanpa terasa mereka juga belajar aqidah, akhlaq, fiqh. Ketika mereka belajar akhlak, tanpa terasa mereka juga belajar matematika,sains dan sebaginya. Inilah keterpaduan yang kita formulasikan. Sehingga pelajaran seperti apapun tidak ada yang tidak disukai anak-anak, karena tanpa terasa mereka telah ’melahap’ pelajaran dan merasakan manfaatnya. <strong>Mereka ’enjoy’ dengan proses belajar <span> </span>ini.</strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP)</span></strong><span lang="SV"><span> </span>adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. </span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan</span></strong><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="SV">Karakteristik Satuan Pendidikan ( KTSP )</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kurikulum dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan ciri khas satuan pendidikan (<span> </span>sekolah )<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi,<span> </span>minat, kecerdasan intelektual, emosional, spritual, dan kinestetik peserta didik secara optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.<strong></strong></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">Keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia menjadi dasar pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia.</span></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="NO-BOK">Prinsip Pengembangan KTSP</span></strong><span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>•<span> </span></span></span><span lang="SV">Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>•<span> </span></span></span><span lang="NO-BOK">Beragam dan terpadu</span><span lang="SV"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>•<span> </span></span></span><span lang="SV">Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>•<span> </span></span></span><span lang="SV">Relevan dengan kebutuhan kehidupan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>•<span> </span></span></span><span lang="SV">Menyeluruh dan berkesinambungan</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>•<span> </span></span></span><span lang="SV">Belajar sepanjang hayat</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV"><span>•<span> </span></span></span><span lang="SV">Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/kurikulum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejarah Singkat</title>
		<link>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/sejarah-singkat/</link>
		<comments>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/sejarah-singkat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 07:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>uswahsby</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aluswahsurabaya.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah didirikan pada tahun 2002 didasari oleh kebutuhan akan sekolah yang memiliki sistem pendidikan yang menyeluruh. Pengasahan daya intelektualitas dan pembangunan akhlak mulia yang dilakukan secara simultan, sehingga diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang memiliki intelektualitas yang brilian dan berakhlaq mulia. Generasi inilah yang nantinya diharapkan akan menjadi lokomotif [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Uswah didirikan pada tahun 2002 didasari oleh kebutuhan akan sekolah yang memiliki sistem pendidikan yang menyeluruh. Pengasahan daya intelektualitas dan pembangunan akhlak mulia yang dilakukan secara simultan, sehingga diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang memiliki intelektualitas yang brilian dan berakhlaq mulia. Generasi inilah yang nantinya diharapkan akan menjadi lokomotif penggerak roda perubahan bangsa ini kearah yang lebih baik dari sekarang.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="SV">SDIT Al Uswah Surabaya mulai beroperasi pada tahun ajaran 2002/2003 yang secara resmi pembukaannya dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2002 bertepat di Gedung sekolah SDIT Al Uswah yang untuk sementara masih bergabung dengan gedung kuliah Ma’had Ukhuwah Islamiyah.</span><span lang="SV"></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aluswahsurabaya.com/2009/07/sejarah-singkat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
